Tidak responsif adalah kecelakaan besar di era digital

To become customer first you must deliver a good product wrapped in a great experience..

Bila kita mempunyai produk atau layanan, responsif di era digital adalah kewajiban. Adalah kecelakaan besar di era digital ini bila kita tidak responsif terhadap pelanggan melalui sosial media, instant messenger (WA/Telegram/BB, dsb), karena orang mudah sekali berpindah (switch) ke layanan lain dalam hitungan detik.

Image & quote source : David Bressler

Advertisements

Cara gampang menjual barang kepada calon konsumen baru

Menjual (selling) adalah proses repetisi (pengulangan). Banyak supplier saya, yang punya tenaga penjualan tidak pintar ngomong, bahkan cenderung pendiam namun angka penjualannya tergolong bagus. Menurut pendapat saya, ini karena faktor tekun.

Proses terjadinya transaksi penjualan adalah karena ketekunan mendatangi pelanggan walau pelanggan tidak beli barangnya. Karena rutin dan konsistennya kunjungan, terjadilah “personal awareness”.

Selain itu, tenaga penjual juga rajin meng-update status tentang produknya di BBM. Dan otomatis terbaca di BBM feed. maka repetisi terjadi lagi yakni penguatan terhadap poduk2 yang ditawarkan.

Saya yakin, tenaga penjual tersebut tidak tahu ilmu-ilmu marketing yang canggih. Namun karena dorongan naluriah saja agar barangnya bisa laku banyak.

Manakala orang dibombardir dengan informasi yang sama secara terus menerus atau berulang, informasi ini akan masuk perlahan ke alam bawah sadar. Pada akhirnya, tumbuhlah kesan yang kuat di benak target terhadap informasi yang diterimanya.

Kalau sudah sampai tahap ini, akan mudah menusuk ke jantung pertahanan lawan 🙂

Kesimpulannya adalah tekun, rajin berkunjung atau bersilaturahim adalah koentji utamanya.

Saya bukan ahli marketing. Kasus diatas terjadi pada saya. Saya adalah korban, bukan pelaku 🙂

2 kata ini akan membuat orang lain lebih menghargai kita

Di setiap percakapan entah lisan maupun tulisan, ada baiknya untuk membiasakan mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih”

Di percakapan instan messenger, saya sering menjumpai hilangnya kata tolong dan terima kasih.

Sedih rasanya jika kita sudah menjelaskan panjang & lebar tentang suatu pertanyaan, namun setelah itu lawan bicara diam, tidak merespon sama sekali

Bahkan ucapan terima kasih pun tidak.

Ucapan “tolong” dan “terima kasih” menunjukan siapa kita. Seberapa besar nilai (value) kita.

Walau terkesan sepele, namun dampaknya besar. Orang lain lebih menghargai kita.

#attitude