2 kata ini akan membuat orang lain lebih menghargai kita

Di setiap percakapan entah lisan maupun tulisan, ada baiknya untuk membiasakan mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih”

Di percakapan instan messenger, saya sering menjumpai hilangnya kata tolong dan terima kasih.

Sedih rasanya jika kita sudah menjelaskan panjang & lebar tentang suatu pertanyaan, namun setelah itu lawan bicara diam, tidak merespon sama sekali

Bahkan ucapan terima kasih pun tidak.

Ucapan “tolong” dan “terima kasih” menunjukan siapa kita. Seberapa besar nilai (value) kita.

Walau terkesan sepele, namun dampaknya besar. Orang lain lebih menghargai kita.

#attitude

Ojek Daring dan Angkot

Ini adalah foto artikel di Tabloid Kontan No 28 Edisi XXI – 2017. Isinya mirip dengan artikel Lonceng Kematian Bisnis Konvensional di blog ini. Bahwa angkutan kota memang perlu berbenah agar aman, nyaman dan harganya bisa lebih murah 🙂

Sepinya angkot tidak hanya faktor ojek daring, namun karena banyak oranng yang kini memiliki kendaraan pribadi seperti motor. Orang lebih suka menggunakan motor sendiri karena lebih cepat sampai tujuan.

Lonceng Kematian Bisnis Konvensional

Perubahan perilaku konsumen cepat atau lambat akan mengubur pola-pola lama bisnis konvensional.  Salah satunya adalah sektor transportasi. Kini ada 2 kubu layanan transportasi, yakni angkutan konvensional vs angkutan modern berbasis aplikasi.

Sudah jamak diketahui, angkutan massal seperti angkot dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahan. Angkot sudah lazim dengan ketidaknyamanan, sumpek, panas & semrawut. Status quo ini tetap dipertahankan hingga bertahun-tahun.

Sampai pada suatu saat, munculah layanan angkutan berbasis aplikasi seperti Gojek, Uber & Grab. Layanan berbasis aplikasi ini memiliki banyak keunggulan. Lebih cepat, efisien + lebih murah tarifnya. Angkutan konvensional pun merasa terancam karena pendapatannya terus tergerus.

Mereka bagai beradu muka. Sering kita dengar di media massa, keduanya bentrok. Bahkan sampai ada korban jiwa.

Solusinya adalah angkot musti berubah. Berinovasi. Uber, Grab dan Gojek memang sudah semestinya hadir. Hadir sesuai tuntutan dan kebutuhan jaman. Kini, mereka berkembang tidak banya mengangkut manusia. Tapi mengangkut barang (logistik). Kemunculannya pun sangat tepat saat tren bisnis online menjamur.

Layanan berbasis aplikasi ini akan berkembang lentur dan fleksibel mengikuti perubahan zaman. Dia bisa tumbuh menjadi apa saja mengikuti titah tuannya.

Tidak lama lagi, kalau angkot tidak berbenah atau bertransformasi, angkot akan punah. Tidak laku, karena tidak bisa beradaptasi. Tidak relevan lagi.

Change or die….