Menyiasati kalah harga dengan marketplace

Mungkin hari ini anda tengah bermuram durja karena harga di toko fisik anda kalah harga dengan marketplace seperti toped, BL, Lazada, Shopee, dsb. Banyak user / calon pembeli membanding-bandingkan harga dengan marketplace 🙂 . Namun, tidak usah bersedih hati berkepanjangan.

Beberapa hari terakhir ini saya juga mengalaminya. Produk mouse gaming saya tidak bisa deal karena kalah harga dengan marketplace. Yah, seperti yang sudah kita ketahui, persaingan di marketplace memang berdarah-darah. Lha, distributor juga main disitu, dengan harga grosir. Tamatlah sudah 😀

Kalau hal ini dirasa sudah mengganggu, solusinya adalah bikin lapak sendiri yang bonafid. Artinya bikin web toko online dengan tampilan yang segar. Kalau lapak sudah milik sendiri (beli hosting dan domain), kita bebas menentukan harga jual yang wajar. Tidak lagi ada banting-bantingan harga.

Walau harga masih belum bersaing dengan harga di marketplace, kita bisa mengimbangi dengan kecepatan layanan chat via WA, telegram/BBM, dsb. Juga via dukungan atau support seperti garansi dan after sales lainnya.

Jika kita punya lapak sendiri, kita lebih pede melayani pelanggan. Ini lho toko online saya 🙂 Tidak hanya kestamer dari jauh, kestamer di sekitar toko fisik insya Allah bisa didapat. Karena mereka lebih senang belanja di toko terdekat yang lebih mudah support dan after salesnya.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Tips berjualan di sosial media ala saya

Membuat channel pemasaran di sosial media itu perlu dan penting. Karena sosmed itu luwes dan simpel, dan mudah untuk digunakan sebagai media untuk membangun personal branding.

Akan lebih bagus lagi jika kita punya kompetensi atau skill di bidang tertentu. Yah, minimal tahu seluk beluk suatu bidang.Saya punya pengalaman menarik tentang deal penjualan produk di IG. Saat ini. saya punya akun IG yang aktif saya posting dengan topik sehari-hari dan tentang tips & info hardware komputer. Suatu waktu saya memposting gambar mainboard di IG. Dari postingan tsb, ada seorang kawan yang tertarik dengan mainboard merk X ini. Kawan ini saya kenal sebatas online saja.

Dia menanyakan apakah saya menjual mainboard merk X tsb? Saya jawab iya. Setelah beberapa baris percakapan di WA. Akhirnya terjadilah deal atau kesepakatan harga.

Saya berusaha memberikan solusi terbaik untuknya. Sejauh ini dia puas dengan setiap respon yang saya berikan.

Di hari-hari berikutnya, karena saya rajin dan responsif menjawab setiap permasalahan komputer miliknya, terjadilah beberapa transaksi selanjutnya. Alhamdulillah, dari satu kanal sosial media, rejeki bisa dijemput.

Ketika anda ingin berjualan di sosial media, mungkin tips di bawah ini bisa bermanfaat :

  1. Orang tertarik pada suatu topik tertentu, bukan pada produk. Ketika ingin promosi di sosial media, ambilah topik/minat tertentu seperti gaya hidup (lifestyle), kecantikan, kesehatan.
  2. Jangan melakukan broadcast. Bagi saya, ini adalah hal yang paling menjengkelkan. Kalau sudah berteman di IM spt BBM, cukup update status saja. Lihat artikel di blog ini sebelumnya tentang Cara gampang menjual barang kepada calon konsumen baru.
  3. Berikanlah tips-tips yang bermanfaat.

PEOPLE DO BUSINESS WITH PEOPLE THEY LIKE AND TRUST

Image source : contentmarketinginstitute.com

Cara gampang menjual barang kepada calon konsumen baru

Menjual (selling) adalah proses repetisi (pengulangan). Banyak supplier saya, yang punya tenaga penjualan tidak pintar ngomong, bahkan cenderung pendiam namun angka penjualannya tergolong bagus. Menurut pendapat saya, ini karena faktor tekun.

Proses terjadinya transaksi penjualan adalah karena ketekunan mendatangi pelanggan walau pelanggan tidak beli barangnya. Karena rutin dan konsistennya kunjungan, terjadilah “personal awareness”.

Selain itu, tenaga penjual juga rajin meng-update status tentang produknya di BBM. Dan otomatis terbaca di BBM feed. maka repetisi terjadi lagi yakni penguatan terhadap poduk2 yang ditawarkan.

Saya yakin, tenaga penjual tersebut tidak tahu ilmu-ilmu marketing yang canggih. Namun karena dorongan naluriah saja agar barangnya bisa laku banyak.

Manakala orang dibombardir dengan informasi yang sama secara terus menerus atau berulang, informasi ini akan masuk perlahan ke alam bawah sadar. Pada akhirnya, tumbuhlah kesan yang kuat di benak target terhadap informasi yang diterimanya.

Kalau sudah sampai tahap ini, akan mudah menusuk ke jantung pertahanan lawan 🙂

Kesimpulannya adalah tekun, rajin berkunjung atau bersilaturahim adalah koentji utamanya.

Saya bukan ahli marketing. Kasus diatas terjadi pada saya. Saya adalah korban, bukan pelaku 🙂