Tukang sayur vs mandor pabrik

Saya dapat cerita ini dari istri saya, dia bercerita begini, seorang temannya pernah bekerja sebagai mandor pabrik rokok di perusahaan rokok ternama. Posisi / jabatan sebagai mandor di suatu divisi di pabrik tersebut tentunya sudah lumayan gajinya. Jam kerjanya mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 17.00 sore. Suatu durasi kerja yang cukup melelahkan tentunya.

Karena semakin hari desakan mengurus anak-anak yang masih kecil tidak bisa ditinggalkan lagi, akhirnya diambil-lah keputusan yang cukup berat untuk resign. Otomatis, dengan posisi tidak bekerja lagi, pemasukan tambahan tidak ada. Satu-satunya sumber pendapatan utama adalah dari suaminya. Maka diputarlah otak agar ia tetap bisa bekerja, namun juga bisa mengurus anak.

Tercetuslah ide untuk membuka jualan sayur mentah di depan teras rumah. Maka, dicobanya usaha jualan sayur itu dengan target pelanggan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Setelah berjalan selama beberapa bulan, ternyata hasilnya lumayan. Dan setelah berjalan satu tahun lebih, penghasilannya sangat-sangat lumayan, bahkan melebihi gaji yang dulu sebagai seorang mandor pabrik.

Ditambah lagi, durasi kerjanya pun lebih pendek. Mulai berbelanja di pasar pukul 03.30 pagi, tutup lapak pukul 10 siang. Selambat-lambatnya pukul 11 dagangannya sudah habis. Kalau pun masih ada yang tersisa, dia konsumsi sendiri untuk kebutuhan keluarga.

Laiknya sebuah cerita orang yang sedang berusaha, ada sisi manisnya, ada pula sisi tidak manisnya. Berjualan sayur seperti ini diperlukan persiapan mental dan fisik. Karena harus bangun pagi-pagi buta untuk berbelanja. Dimana saat-saat seperti ini; banyak orang lain yang tengah terlelap dengan tidur dan mimpi indahnya.

Semuanya memang musti diperjuangkan 🙂

Semoga bermanfaat !

Advertisements

Bisnis itu hanyalah tentang Attitude

Bisnis itu tentang attitude

Saya setuju dengan posting cantik di Fb dari mas Diar. Bahwa bisnis itu hanyalah masalah attitude (sikap).

Isi postingannya begini:

Pada akhirnya, orang ngajak bisnis bukan karena skill tapi karena attitude. Yang punya skill bagus, banyak, tinggal bayar. Yang punya attitude, hanya sepersekian. Kayaknya …

Ini postingannya bergaya seadanya tapi nendang dan mengena.

Saya memahaminya begini, bisnis/usaha tidak harus dari besar. Seperti modal besar dan skill yang mumpuni. Namun, dari nol pun bisa. Asal punya sikap yang smart dalam memulai bisnis.

Contoh gampangnya, kalau kita memulai usaha jasa, namun tidak punya skill bagus atau alat yang canggih dan lengkap, maka carilah partner yang tepat & profesional.

Bayar si partner dengan uang. Artinya, kita menukar uang kita dengan waktu dia (si patner). Kenapa harus mencari partner yang profesional? Profesional bagi saya adalah :

  1. Bisa bekerja sesuai target.
  2. Pekerjaannya rapi, cepat & berkualitas.
  3. Manajemen usahanya bagus, misal tentang pencatatan pekerjaan dan barang
  4. Mudah dihubungi jika perlu komplain (klaim), misal perbaikan / revisi pekerjaan
  5. SDM-nya mumpuni, CS-nya bagus

Itu kriteria profesional menurut saya. Kalau orang seperti itu sudah jadi partner kita, kelar sudah hidup loe 🙂

Sebenarnya sekarang ini banyak web penyedia jasa di internet, misal projects.co.id . Nah, disana kita bisa memilah dan memilih partner yang profesional beradasarkan top worker yang terpampang di web tersebut.


Image source : Have you got the attitude to be successful?

Telah Lahir Portal Rujukan Utama Kewirausahaan Indonesia

Ya, dengan berani dan yakin saya menyatakan portal TDA yang di re-launching tadi malam ( 15 Agustus 2008 ) sebagai rujukan utama kewirausahaan di Indonesia.

Saya membayangkan portal ini menjadi wikipedianya kewirausahaan Indonesia. Apa pun yang dicari mengenai kewirausahaan, mulai dari start up sampai pengembangan usaha, bakal ditemukan di sini. Sampai sedetil-detilnya.

Portal TDA bakal menjadi one stop knowledge dan know how resources bagi siapa pun yang ingin menjadi wirausahawan. Kelak, 5 sampai 10 tahun mendatang, hampir setiap usahawan sukses di Indonesia pasti pernah atau telah bersentuhan dengan TDA atau portal ini. Itu impian kita semua.

Hal tersebut bukanlah muluk untuk dicapai. Saat ini, TDA sudah mewarnai ranah kewirausahaan di dunia maya. Saya sering menemukan blog atau pun situs dengan logo TDA di dalamnya. Logo TDA sudah menyebar bak virus di dunia maya.

Kemarin salah seorang keluarga saya berkata bahwa ia ingin membeli sebuah produk secara online. Ia yakin dengan toko online itu karena ada logo TDA-nya. Rasa senang dan syukur tak terhingga saya rasakan mendengar pernyataan ini. Brand image TDA sudah cukup tinggi.

TDA pun telah mewarnai berbagai media seperti majalah, koran, televisi. Brand TDA telah mendapat perhatian dan respek dari berbagai pihak di usianya yang baru menginjak tahun ketiga ini. Sekali lagi, alhamdulillah. Ini pun masih beyond my wildest dream.

Maka tepatlah jika momen kelahiran kembali tangandiatas.com yang dibantu sepenuhnya oleh Virtual Consulting itu menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi perjalanan TDA ke depan. Dengan kehadiran portal ini, langkah TDA menjadi semakin yakin dan penuh percaya diri. Bahwa, impian itu bisa dicapai.

Dengan tag line “bersama menebar rahmat”, mulai hari ini portal TDA akan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh khalayak seluas mungkin.

Posted by : Badroni Yuzirman