Tidak responsif adalah kecelakaan besar di era digital

To become customer first you must deliver a good product wrapped in a great experience..

Bila kita mempunyai produk atau layanan, responsif di era digital adalah kewajiban. Adalah kecelakaan besar di era digital ini bila kita tidak responsif terhadap pelanggan melalui sosial media, instant messenger (WA/Telegram/BB, dsb), karena orang mudah sekali berpindah (switch) ke layanan lain dalam hitungan detik.

Image & quote source : David Bressler

Advertisements

Ojek Daring dan Angkot

Ini adalah foto artikel di Tabloid Kontan No 28 Edisi XXI – 2017. Isinya mirip dengan artikel Lonceng Kematian Bisnis Konvensional di blog ini. Bahwa angkutan kota memang perlu berbenah agar aman, nyaman dan harganya bisa lebih murah 🙂

Sepinya angkot tidak hanya faktor ojek daring, namun karena banyak oranng yang kini memiliki kendaraan pribadi seperti motor. Orang lebih suka menggunakan motor sendiri karena lebih cepat sampai tujuan.

Lonceng Kematian Bisnis Konvensional

Perubahan perilaku konsumen cepat atau lambat akan mengubur pola-pola lama bisnis konvensional.  Salah satunya adalah sektor transportasi. Kini ada 2 kubu layanan transportasi, yakni angkutan konvensional vs angkutan modern berbasis aplikasi.

Sudah jamak diketahui, angkutan massal seperti angkot dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahan. Angkot sudah lazim dengan ketidaknyamanan, sumpek, panas & semrawut. Status quo ini tetap dipertahankan hingga bertahun-tahun.

Sampai pada suatu saat, munculah layanan angkutan berbasis aplikasi seperti Gojek, Uber & Grab. Layanan berbasis aplikasi ini memiliki banyak keunggulan. Lebih cepat, efisien + lebih murah tarifnya. Angkutan konvensional pun merasa terancam karena pendapatannya terus tergerus.

Mereka bagai beradu muka. Sering kita dengar di media massa, keduanya bentrok. Bahkan sampai ada korban jiwa.

Solusinya adalah angkot musti berubah. Berinovasi. Uber, Grab dan Gojek memang sudah semestinya hadir. Hadir sesuai tuntutan dan kebutuhan jaman. Kini, mereka berkembang tidak banya mengangkut manusia. Tapi mengangkut barang (logistik). Kemunculannya pun sangat tepat saat tren bisnis online menjamur.

Layanan berbasis aplikasi ini akan berkembang lentur dan fleksibel mengikuti perubahan zaman. Dia bisa tumbuh menjadi apa saja mengikuti titah tuannya.

Tidak lama lagi, kalau angkot tidak berbenah atau bertransformasi, angkot akan punah. Tidak laku, karena tidak bisa beradaptasi. Tidak relevan lagi.

Change or die….