Barang Branded pun Bisa Bikin Frustasi

Membeli laptop sekarang ini memang harus selektif. Selektif artinya bijak dalam memilih, tidak terburu-buru dan bernafsu. Harga laptop baru memang semakin murah, semua merk beramai-ramai bermain di segmen murah dengan harga dibawah 5 juta rupiah. Demikian pula halnya dengan merk-merk branded.

Saya lihat Acer memang jagonya laptop murah, inovasi produk dan harga yang kompetitif selalu membuatnya menjadi pemimpin pasar. Merk branded papan atas pun tergiur ingin menikmati kue lezat di segmen laptop murah ini. Apalagi penduduk Indonesia jumlahnya sangat menggiurkan. Sangat gurih untuk disantap habis-habis🙂

Namun sayangnya, drop harga dan perang harga tidaklah diiringi dengan terjaminnya kualitas barang, selalu saja ada yang dikorbankan. Kualitas barang pun menjadi korbannya. Bisa jadi grade komponen banyak diturunkan. Seperti kasus yang dialami teman saya. Kemungkinan dia telah membeli produk gagal.

Pada bulan Agustus 2009 dia membeli sebuah laptop merk X yang merupakan produk branded ternama. Harganya sangat menggiurkan. Notebook AMD dibawah 5 juta rupiah. Selang 3 bulan dipakai layarnya mulai berkedip (flickr horisontal) dibagian bawah (taskbar). Tidak lama kemudian layarpun mati total. Akhirnya laptop dibawa ke service center. Waktu perbaikan ternyata cukup menyita waktu, kurang lebih 2 bulan, alasannya spare partnya tidak tersedia. Saya tidak habis pikir, koq bisa ya laptop merk ternama seperti ini spare partnya tidak tersedia. Harus indent dulu ke Jakarta.

2 bulan kemudian perbaikan pun kelar. Sayangnya 3 bulan kemudian, kerusakan yang sama terjadi lagi. Wah, ada apa dengan laptop merk X ini? Mungkin analisa saya benar, notebook seri ini termasuk produk gagal. Hebatnya lagi, tidak lama setelah masa garansi habis, mainboardnya matot alias mati total. Penggantian mainboard diancang-ancang menelan anggaran 2 juta rupiah lebih, gile bener! Bener-bener kapitalis. Yah inilah korban produk gagal.

Membeli laptop murah memang menguntungkan untuk jangka pendek, tapi tidak untuk jangka panjang. Idealnya kalau laptop bagus itu bisa up to 2 atau 3 tahun masih layak pakai (normal). Ini belum setahun saja sering terjadi kerusakan.

Kesimpulannya, bijaklah dalam membeli barang baru, sebelum membeli laptop baru apalagi seri baru dengan harga super miring sebaiknya ceklah terlebih dulu riwayat produknya di internet. Tunggu 2 sampai 3 bulan setelah produk tersebut dirilis ke pasar, apakah sering terdengar keluhan atau tidak dari penggunanya.

Selalu orientasikan membeli barang bagus, jangan asal murah. Membeli barang murah sangat merugikan secara jangka panjang, Tidak hanya kerugian material, tapi energi, pikiran juga bisa terkuras habis, belum lagi pekerjaan yang terbengkalai hanya karena laptop malfungsi. Akhirnya stress-lah yang timbul. Kalau stress muncul, penyakit pun datang. Magh-nya kambuh🙂. Atau tipusnya kumat. Maaf, just kidding pren!

Mau tahu laptop branded yang bermasalah ini? Silahkan PM saya langsung agar anda tidak menjadi korban selanjutnya😀 .

5 thoughts on “Barang Branded pun Bisa Bikin Frustasi

  1. Gina

    Mas, aq minta tolong donk.. Aq pnya budget 3jt, pgn notebook gresst kualitas bagus ( high techonology klo bisa.hehe) tp murah.. 10″ jg gpp qo asal ga mengecewakan. Mas kan lbh faham, jd insyaallah aq percaya..hehe
    ditunggu balesan’y yah.. Mkch sblm’y ^_^

Comments are closed.