Terlalu banyak ilmu monetizing blog/site membuat kita frustasi

Saya jadi tersadar dengan apa yang baru saya baca di blog mas Genthonx ini.  Terlalu banyak ilmu SEO mumbuat kita frustasi. Begitu pun terlalu banyak ilmu monetizing site atau blog akan membuat kita frustasi. Setiap hari surfing kesana-kemari, cari ilmu, cari informasi, cari suhu yang mumpuni. Terlalu banyak jalan, terlalu banyak arah, membuat kita bimbang, bingung di persimpangan, akhirnya frustasi.

Betul kata para begawan sejati di internet, “Hati-hatilah dengan melimpahnya informasi dan tawaran di internet, kalau tidak selektif, pasti tersesat”. Banyak hantu berkeliaran disana🙂 . Untung saja masih ada yang mengingatkan agar tidak tersesat, agar kembali pada jalan yang benar. Yakni Fokus.  Fokus pada apa yang anda kuasai, fokus pada bidang anda. Dengan begitu, apa yang kita kerjakan akan lebih terarah, lebih berkualitas, entah itu konten di blog/site, entah itu produk atau apa pun yang sedang dikerjakan di internet.

Kalau kita seneng jualan barang di internet, fokus jualan saja. Kalau kita seneng dengan afiliasi, fokus ke afiliasi saja. Kalau kita seneng dengan Adsense, fokus ke Adsense saja. Yang pueeenting itu sekali dapat ilmu langsung praktek. Bukan dengan menimbun ilmu. Kata mas Genthonx nanti malah jadi busuk.

Beberapa hari lalu saya sempet ngobrol dengan Ivan sang pengelola blog MangoAddict via YM. Saya bertanya dan minta nasehat kepada beliau, “Gimana sih cari produk yang bisa dijual di internet?” Dia kasih wejangan begini, “Sepertinya gak usah repot-repot dan pusing cari produk apa yang akan dijual di internet”. “Begini saja..”, lanjut Ivan. “Cari produk desa yang bisa dijual ke kota. Banyak produk lokal yang sebenarnya layak dijual di internet. Tinggal kreativitas kita saja untuk memberikan nilai tambah pada produk tersebut. Misalnya kemasan dibikin bagus, desain dibikin bervariatif, finishing produk dan sebagainya.” lalu bla bla bla dan bla bla bla .. Yah intinya begitulah.

Alhamdulillah saya bisa mendapat pencerahan seperti ini. Saat ini, untuk memasarkan produk lokal masih jauh dari jangkauan, pikiran dan tenaga. Kembali ke pokok bisnis saya saja, jualan produk saya sendiri🙂 . Baik online maupun offline .. Nah lo..mau yang online apa yang offline? Fokus doooong. Kalau bisa dua-duanya! Dasar rakus🙂 .

Kata cerita dan petuah yang pernah saya dengar, uang itu berkaki empat, manusia itu berkaki dua. Kalau uang itu kita kejar, kita tidak akan sanggup menangkapnya, karena dia berkaki empat jelas lebih cepat larinya. Tapi kalau tidak kita kejar, dia akan mengejar kita lebih cepat.

Yah mungkin filosofinya sama dengan petuah dari Pak Kyai, kalau dunia itu kita kejar dia akan  semakin menjauh, tapi kalau akhirat kita kejar, dunia akan merangkul kita.

Maaf kalau tulisannya tidak karuan dan belepotan, artikel ini hanya sebagai refleksi diri sahaja. Buang jauh bila tidak bermanfaat. Daripada membebani pikiran anda, lebih baik enjoy saja menikmati hidup ini🙂 .

Semoga bermanfaat.

10 thoughts on “Terlalu banyak ilmu monetizing blog/site membuat kita frustasi

  1. salim "ph03y3nk"

    MINAL AIDZIN WAL FAIZIN PAK…..MAAF LAHIR BATIN TERMASUK MAAF NEK SMS-E PENDING TERUS NGANTI ORA WERUH DITERIMA APA ORA…..

    btw, soal “Setiap hari surfing kesana-kemari, cari ilmu, cari informasi, cari suhu yang mumpuni. Terlalu banyak jalan, terlalu banyak arah, membuat kita bimbang, bingung di persimpangan, akhirnya frustasi”, – betul sekali itu. pengalaman pribadi juga, dari 1999 kenal ngenet (mulai zamane slawe ewu/jam) akhire stuck thn 2003-an (g pake kata frus****, abis kesan konotasinya lebih kental). Baru thn 2004 mulai sadar n bisa fokus (ning ora dodolan wong kayane ora bakat:-P), lebih cenderung ke programming n ngoprek jadi disitulah saya coba konsen.

    so….kalo skrng saya sering ditanya teman “gimana sih nginternet yg baek biar g buang2 waktu tok” biasanya jawaban saya ya gitu “fokus…fokus…dgn apa yg kamu cari”.

    cuma ya itu gampang diucapkan tapi kadang susah sekali mencoba menerapkannya, jadi bersyukurlah kawan2 apabila ada yg mau berbagi menunjukkan kita RESEP, JALAN, atau apalah namanya, sehingga kita g perlu cape muter2 dulu sampe nemuin sendiri. padahal kita hanya perlu belajar dari pengalaman meski itu pengalaman orang lain. akuuur…..

  2. onokarsono

    @Salim

    Gpp, biasa kalo lebaran, tarfik SMS sangat tinggi.

    Memang betul mudah diomongin susah dipraktekkan🙂 . Saya kira bisa juga merujuk pada pengalaman Agus Hery yang jam terbangnya sudah tinggi.

  3. ferry3

    wah ini masukan yang baek kang Ono…cuman kalo buat orang2 awam macem aku sepertinya susah deh…direalisasikan, karena kita emang nda konsen ke situ…itu satu, kedua mungkin karena merasa belum mumpuni ilmune…dan ketiga yang jelas nda ada modal dan keberanian..
    jadi ungkapan fokus..fokus..fokus 5X dan praktek..praktek..praktek 5X juga, emang sangat ringan diucap tapi bgt berat di aplikasikan..
    banyak faktor yang berpengaruh…
    nuwun…
    @salim, wah tumben nongol liem?
    apa kabar, minal aidzin wal faidzin yah….

  4. Y y. saya juga agak sedikit frustasi dengan teknik SEO yang banyak dan terkadang agak ribet itu.

    Ya sudah, fokus membuat konten yang bermanfaaat untuk pembaca, dan tebar komen sana sini agar terjadi kunjungan balik. kalau memang blog nya bermutu, insya Allah langganan RSS.😀

  5. onokarsono

    @Ferry3
    Dinikmati dulu aja browsingnya🙂 . Jangan dipikir ribet he he he.

    @F
    Akur dah. Same with you. Fokus pada konten yang bermutu dulu, dan yang bermanfaat.

  6. Njenengan bener 100% je mas. Abis aku juga gitu. Begitu seringnya aku surfing, blogwalking yang karepnya biar tambah mudenx, eh jadinya malah tambah mubeng. Thnax atas pencerahannya.

Comments are closed.