Membaca Buku sebagai Gaya Hidup

Setuju nggak kalau buku itu adalah investasi? Maksudnya buku-buku yang bermanfaat. Saya sendiri meng-“amin“-i hal tersebut. Buku itu mampu meningkatkan kualitas hidup kita. Mungkin manfaatnya belum bisa dirasakan saat ini, tapi pasti akan dirasakan beberapa tahun kemudian. Dengan catatan, bahwa yang kita baca itu memang benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (applied knowledge).  Jadi, bukan sekedar bacaan belaka.

Buku itu memberikan input berupa wawasan dan cara pandang baru. Terutama buku yang ditulis dari seorang praktisi atau mereka yang ahli di bidangnya. Atau buku apa pun yang mampu menginspirasi kita menuju peningkatan kualitas hidup, misalnya buku tentang kesehatan, pengembangan diri, biografi orang-orang sukses, dsb.

Kita tentu bisa menyelami dan mengambil pengalaman dari sang penulis. Saya yakin buku-buku yang berkualitas akan berimbas pula pada peningkatan kualitas hidup pembacanya. Bila kualitas hidup meningkat insya Allah kesejahteraan hidup, kualitas dan kuantitas secara finansial juga akan meningkat.

Bukankah dengan peningkatan kualitas hidup akan meningkatkan gaya hidup juga? Dan membaca buku itu sendiri sudah menjadi kebiasaan (gaya hidup) orang-orang modern, yakni orang-orang yang ingin maju dan berkembang. Bukan materi yang prioritas, tapi knowledge-lah yang paling utama. Pilih mana harta atau ilmu? Saya pikir harta itu hanyalah salah satu efek dari ilmu yang diaplikasikan. Ilmu itu sendiri adalah harta yang tiada pernah habisnya.  Kekayaan sejati.  Setuju🙂 ?

Itu menurut persepsi dan pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat Anda?

Note 1 : Tulisan ini adalah buah pikiran ketika mengunjungi sebuah Book Fair di kota tempat tinggal saya. Walaupun pameran buku itu sangat sederhana, tapi sangat bermanfaat. Buku yang ditampilkan tidak banyak, tapi berkualitas. Di sisi lain tentu ada ajakan ke masyarakat luas untuk membiasakan diri membaca buku. Terima kasih atas ide dan inisiatifnya, Book Fair ini adalah Oase bagi kita-kita dan mereka yang haus akan ilmu pengetahuan.

Note 2 : Membaca blog (Blogwalking) adalah gaya hidupnya orang-orang modern juga😀 …

11 thoughts on “Membaca Buku sebagai Gaya Hidup

  1. onokarsono

    @Gombong

    Betul mas, apalagi mengingat cari penghidupan saat ini semakin sulit. Saya berharap akan ada perpustakaan yang menyediakan buku yang berkualitas.

    Tinggal minat baca masyarakat kita gimana? Jangan2 yang laku cuma buku2 komik saja ..😦

    Soalnya saya melihat temen2 yang gemar baca buku, akselerasinya bagus mas. Itu dari pengamatan saya.

  2. onokarsono

    @Nico

    Yah ..paling tidak masih bisa kebeli itu tabloid yang bermanfaat buat nambah wawasan😀 .

    Thx atas kunjungannya. Theme blognya bgs banget.

  3. onokarsono

    @Mangoaddict

    Setuju mas. Sebenarnya informasi di internet sangat melimpah, saya sendiri sedang membayangkan andaikan tiap individu di Indonesia sudah mampu dan bisa mengaksesnya, saya yakin akan ada peningkatan kualitas dan kemajuan SDM kita.

    Dan utk mencari informasi/rujukan yang lebih lengkap dan komprehensif, tentu buku masih sangat2 dibutuhkan.

  4. onokarsono

    Eh koq @Mangoaddict… lupa, Ivan maksudnya..salam dari Indonesia utk warga Indonesia juga yang berada di Chicago😀 .

  5. hana

    dear mas ono

    ditempat saya buku jadi perdebatan, apakah hanya sebagai biaya yang dikeluarkan atau buku bisa dimasukan sebagai aset dzlam perhitugan laporan laba rugu (keuangan) seandainya ada buku rujukan yang bisa menjelaskan hal tersebut mohon saya dibantu. terimakasih banyak
    regards
    hana

  6. onokarsono

    @Hana

    Wah, kalo itu kita kurang paham mbak/mas. Insya Allah kalau ada buku rujukan akan saya infokan.

    Terima kasih sudah berkunjung.

Comments are closed.