Ketika Aku Membaca Masa Depan

Ini kota kecil bro. Jangan dipaksa seperti di kota besar. Belum saatnya. Itulah pikiran saya. Kota kecilku belum saatnya dan belum matang diadopsi model metropolitan, walaupun hanya sekedar tempat nongkrong lesehan plus hotspot sekalipun. Nanti pun lama-lama secara alami akan menuju kesana. Kulturnya masih tradisional. Makanya saya bilang dari awal, ini adalah proyek fun, proyek idealis (alasan saja, dalihnya orang-orang gagal🙂 )

IT itu belum siap disini, tapi sedang berkembang. Yang punya laptop juga masih terbatas. Ah… tapi gak pa pa. Jangan putus asa. Pioneer itu memang kuti mesdu bekerja keras untuk membuka jalan😀 . Ha ha ha … pioneer apaan. Gak tau ah.

Semangat, semangat, tetap semangat.

Wah..jangan-jangan kalimat di paragraf pertama diatas hanya pikiran pesimis saya. Kita memang tidak tahu masa depan kita akan seperti apa. Rahasia langit.  Nasib kita beberapa detik kemudian pun kita tidak tahu. Seringkali yang kita perkirakan meleset jauh. Seakan kita Tuhan bisa memastikan jadwal ini dan itu, dan bisa sukses dengan indahnya. Nyatanya, tidak selalu yang kita rencanakan bisa terealisasi semua.

Begitu pun dengan yang namanya prasangka. Setelah saya analisis dan saya alami, prasangka itu ternyata 99,99% banyak salahnya. Prasangka itu membuat kita berpikir negatif dan membuat kita mudah stress. Jadi benarlah kata ulama, kata psikolog ataupun motivator, kita harus selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Berpikir positif.  Demikian pula kepada Tuhan. Agar nasib kita selalu mujur. Agar tidak mudah terhinggap penyakitnya orang-orang modern😀 .

Apapun yang kita inginkan dan cita-citakan, minimal kita sudah berusaha. Ada usaha, ada keringat, ada perjuangan, selalu optimis.  Lalu kita pasrahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa dengan berdoa.  Itulah proses ikhtiar yang sesungguhnya.  Bukan hanya pasrah, apalagi pasrah bongkokan, tidak melakukan apapun, cuma komat-kamit berdoa, itu namanya tolol. Mana ada duit jatuh dari langit. Kecuali duitnya Tung Desem😀 .

Intinya, harus selalu semangat, bekerja, inovatif dan kreatif. Apapun posisinya, kere aktif sekalipun harus kreatif. Kalo tidak, kita akan selalu menjadi penonton yang baik, bukan pemain yang baik.

2 thoughts on “Ketika Aku Membaca Masa Depan

  1. setuju mas

    “Intinya, harus selalu semangat, bekerja, inovatif dan kreatif. Apapun posisinya, kere aktif sekalipun harus kreatif. Kalo tidak, kita akan selalu menjadi penonton yang baik, bukan pemain yang baik”

Comments are closed.