Sampai Kapan Kamu Bisa Bertahan?

Ini adalah hari-hari yang  sarat dengan aktifitas. Saya memang sedang menyibukkan diri dengan berbagai alternatif usaha. Perluasan usaha,  proyek  fun, proyek hobby, proyek idealis, buang-buang duit?  Atau apa pun namanya.  Yang jelas saya ingin mencoba sesuatu yang baru.   Saya tidak tahu dikatakan opportunis atau petualang bisnis. Atau malah kemaruk (rakus)? Mau jadi konglomerat? Konglomerat kelas kambing🙂 .

Saya lebih suka menyebutnya sebagai proyek fun, walau fun tapi bener-bener serius mengelolanya. Banyak kejenuhan dengan aktifitas yang biasa dilakukan sehari-hari, kita ini memang makhluk yang mudah merasa bosan.  Ketika mencoba usaha/bisnis baru, bisa jadi itu sudah out of track, keluar jalur, tidak fokus dan sebagainya.  Kata orang atau kata buku, hati-hati kalau kita sudah tidak fokus dengan bisnis kita.  Yang jelas saya tetap fokus dengan bisnis utama saya. Bisnis saya delegasikan, kepercayaan telah saya tanamkan kepada karyawan, dan alhamdulillah sistemnya tetap berjalan dengan normal. Walaupun saya tidak selalu hadir disana, saya harus selalu memantau dan terlibat didalamnya. Karena disitulah dapur utama yang harus selalu ngebul setiap harinya. Kalau tidak, pastilah sudah berantakan, out of control.

Ada pertanyaan yang mengganjal dari teman saya yang bisnisnya sudah mapan. Kalau saya menerjemahkannya bisa dikatakan sedikit mencibir atau malah merendahkan. Pertanyaannya yakni : “Sampai kapan kamu bisa bertahan dengan bisnis barumu itu?”.  Saya cuma bisa tersenyum kecut dan berkata dalam hati, “Sampai sekuat tenaga dan pikiranku”. Sampai aku bisa membangunnya sebagai sebuah bisnis yang mapan. Bukankah lebih menyenangkan dan mengasyikkan ketika kita bisa berpetualang dengan suasana baru?

Kamu dan aku memang berbeda. Zona kita berbeda. Dan jiwa kita masing-masing juga berbeda. Tidak ada yang salah, kamu berjalan sesuai garis hidupmu, aku juga sedang berjalan dengan garis hidupku. Yang salah adalah ketika kita merasa sudah besar dan sombong dengan merendahkan orang lain. Dan belum tentu mereka lebih rendah daripada kita.

Prinsipnya, kita itu harus selalu bersyukur, apapun kondisinya, apapun keadaannya. Cibiran atau hinaan itu sebenarnya adalah lecutan dahsyat agar kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa, bukan kroco, kere mente, atau pecundang.  Mau jadi apa kalau kita mudah putus asa atau nglokro? Generasi letoy?

Terima kasih untuk temanku atas lecutannya. Hidup ini lebih berkobar ketika ada orang-orang sepertimu.  Saya jadi tersadar, bahwa peristiwa buruk yang menimpa kita bukanlah musibah atau bencana, tapi banyak hikmah dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Hidup ini memang penuh misteri. Misteri yang indah bila kita bisa memahaminya.

5 thoughts on “Sampai Kapan Kamu Bisa Bertahan?

  1. itu yang penting no… “Terus Semangat” sampai kapanpun dan usaha apanpun tanpa semangat niscaya tidak akan berarti apa2… biarpun rintangan begitu berat tapi kalau di lalui dengan semangat pasti akan bisa terlewati. walaupun tidak berhasil dengan bagus tapi di kerjakan dengan semangat dan di nikmati pasti akan memberikan suatu pengalaman yang Unik…

    pokoke Hidup semangat !!

    jadi Tetaplah terus Semangat…

    Semangat… Semangat… Semangat…

    Keep Setrong and smile…🙂

  2. onokarsono

    @Mugi

    Terima kasih atas siraman semangatnya🙂 . Hidup ini juga lebih bersemangat ketika ada orang-orang seperrtimu.

Comments are closed.