Belajar Jadi Mompreneur

Inilah kegiatan baru istri saya, jualan.  Jualan burger. Idenya tercetus belum lama. Dari dulu istri saya selalu berkeinginan untuk bekerja.  Saya sendiri sebenarnya kurang setuju kalau istri bekerja. Pertama, karena saya ingin istri saya fokus membesarkan anak. Anak adalah prioritas. Kedua, cukuplah suami saja yang bekerja menopang kehidupan keluarga. Insya Allah rejeki akan selalu ada kalau kita mau berusaha.

Tapi mungkin karena bete di rumah, istri minta diberi kegiatan sampingan. Syukur bisa menghasilkan🙂 . Akhirnya ketemulah solusinya dengan usaha sampingan jualan burger. Kenapa sampingan?  Karena tidak menyita waktu.  Wong jualannnya itu mulai jam 4 sore sampai jam 8 malam😀 . Kenapa musti jualan burger? Prospek bisnis kuliner masih cerah di kota kecilku ini. Masyarakat Gombong ini paling doyan makan dan senang jajan.  Jenis makanan apapun yang dijual rata-rata laris dikonsumsi. Jadi, dari perilaku makannya sudah kelihatan. Dan kebetulan lagi, istriku ini gemar atau hobi memasak. Jadi, kloplah antara hobi dengan bisnis.

Untuk paket burgernya, kami ambil milik Edam (Bang Made) yang sudah kondang sebagai ikon burger Indonesia. Pilihan dijatuhkan karena investasinya murah. Kurang lebih 3 jutalah. Ditambah lagi tidak ada franchise fee, jadi pikir saya Bang Made ini benar-benar punya semangat untuk menolong dan membantu rakyat kecil yang ingin menjadi entrepreneur.  Kami ambil stand/outlet tetapnya pada distributor Edam di Jogja, sekaligus bahan baku awalnya.  Dua hari saya bersama istri kursus masak burger di Jogja😀 . Kebetulan distributor di Jogja ini orangnya sangat ramah dan supel, namanya bu Elvis. Kami diberi bekal cukup banyak disana. Dapat ilmu baru neeh. Dan tentunya bertambahlah relasi kami.

Setelah 1 minggu mempersiapkan segala sesuatunya.  Hari kamis, tanggal 19 Juni 2008, outlet burgernya dibuka.  Kami ambil lokasi di Jalan Kartini dengan alasan arus hilir mudik atau lalu lintasnya  sangat ramai. Alhamdulillah, jualan pertama boleh dikata sukses. Kurang lebih jam 16.30, belum selesai kami menata peralatan jualannya , eh sudah ada pelanggan pertama datang. Pecahlah telor pertama😀 .  Ada feeling jualannya bakal rame nih. Bener juga, sampai jam 20.30 dagangan sudah habis. Wah betapa leganya kami, maklumlah awalnya sangat pesimis, apa bisa laku ya? Jadi, bener juga kata Om Bob, kalau mau bisnis jangan terlalu banyak mikir dan dianalisa, semakin banyak dianalisa, semakin jauh kita untuk memulai.  Enak sekali kalau bisnis bisa diprediksi untung ruginya diatas kertas.

Istriku senang, saya pun ikut senang. Karena anak tidak terabaikan, dan bisnispun tetap jalan.  Dia gembira karena bisa menyalurkan hobinya sekaligus mendapatkan penghasilan.  “Ternyata, orang jualan itu enak ya !” kata istriku.

Mudah-mudahan bisnisnya bisa terus eksis.  Selamat ya sudah jadi mompreneur😀 .

7 thoughts on “Belajar Jadi Mompreneur

  1. Wah pak Ono..dapet lahan bisnis baru yah…selamat deh, semoga sukses…dan buat istri sampeyan selamat juga dah jadi mompreneur…wah sekali2 perlu dicobain neh….

  2. lim

    jan-jane bojomu buka warunge kapan sih no, 18/01 kuwi dinane jumat, nek 18/06 kuwi rebo. kalo buka-nya januari kok ngasih selamatnya 6 bulan kemudian….tega banget kowe no🙂🙂

  3. onokarsono

    @Ferry
    Matur nuwun Fer … iya, kemarin belum nyoba ya😀 ?

    @Salim
    Ternyata kamu masih teliti seperti dulu, itu memang bentuk kesengajaan Lim, ada nggak yang teliti trus protes he he he.

  4. ferri

    salam,..
    saya ferri asal dari aceh, ingin membuat burger pak edam,,toloeng di kasih tau ya bagaiman caranya dan tolong kasih tau bagaimana cara untuk bisa menghubungi pak edam,,karena saya jauh di aceh,,
    toong pak ya,..
    saya mahasiswa,butuh dana usaha untuk lanjutin kuliah,..
    terima kasih sebelumnya,..

    tolong di balas di email,.. sang_biru8@yahoo.co.id
    ^_^

  5. onokarsono

    @Ferri

    Anda sering surfing kan? Masukkan saja ke Google, lalu search… disitu banyak info tentang Edam Burger mas🙂 .

    Selamat berburu.

  6. aremanvin

    kalo berjualan di pinggir jalan gitu harus bayar lagi untuk ongkos tempat gak?saya pengen juga memulai bisnis ini…tapi masi bingung untuk tempat

Comments are closed.