Manifestasi Hidup Sederhana

Simple Living Manifesto. Sebuah slogan yang begitu menarik. Di tengah kenaikan harga yang membumbung tinggi apa yang bisa kita lakukan? Meningkatkan penghasilan? Jelas. Berhemat? Wajib hukumnya. Strategi lainnya? Menerapkan pola hidup sederhana. Saya kira itulah jawaban paling tepat dalam kondisi sekarang ini. Bukan mengeluh, tapi mencari solusi. Bila kita mengeluh, kita memposisikan diri sebagai korban (obyek). Jadilah subyek yang senantiasa berinisiatif. Ya nggak?

Simple Living saat ini tengah menjadi trend. Saya jadi teringat postingan Pak Roni (TDA Founder) sbb :

Bahasa keren yang sedang nge-trend saat ini adalah “Simple Living”. Gaya hidup naturalis, sederhana, bersahaja. Di barat sana arus gaya hidup seperti ini sedang diminati.

Nggak usah malu untuk naik angkot lagi atau naik motor. Kalau ditanya, kok naik angkot? Bilang aja, saya mendukung pencegahan global warming. Gaya hidup hemat itu keren sekarang.

Reduce, re-use, recycle adalah langkah bijak yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Stop konsumsi yang tidak perlu.

Lagi-lagi kita ketinggalan. Padahal dalam Islam itu sudah terkonsep sejak lama. Pola hidup sederhana itu berada di tengah-tengah. Tidak boros, tidak juga pelit. Pola hidup sederhana itu anti kecemburuan sosial, jauh dari gejolak sosial dan kriminalitas . Pola hidup sederhana itu lebih membumi. Down to earth😀 .

Kita memang harus perlu banyak belajar. Konsumtif boleh, tapi tidak berlebihan. Negeri kita ini memang dikenal paling konsumtif. Lebih suka makan gengsi daripada makan nasi. Malu kalau dikatakan udik. Malu kalo hapenya masih jadul. Malu kalo naik sepeda. Apa kata dunia? Peduli amat dengan kata orang. Apakah mereka membiayai hidup kita? Tapi ada untungnnya juga, kenapa bisa begitu konsumtif? Marketingnya handal🙂 .

Lagi-lagi teringat masalah hape jadul. Kalo anak ABG sekarang hapenya canggih-canggih, taruhlah rata-rata pake nokia generasi N. Malu kalo pake hape lawas. Kalaupun ada yang masih pake, nge-belnya sembunyi-sembunyi, ha ha ha ketauan lo. Tapi coba lihatlah jeroan pulsanya. Cuma terisi 5 rebu perak he he he. Itupun belinya nyicil dari uang saku harian. Weleh, bisa beli hape canggih koq tidak bisa menghidupinya. Coba tengoklah hape bokap kita. Walaupun hapenya jadul, tapi rekeningnya unlimited broooo😀 .

Ada-ada saja. Ah.. ini cuma postingan pelepas stress. Silahkan kalau mau ditanggapi dan bila punya kisah menarik tentang manifestasi hidup sederhana. Matur nuwun.

Gambar diambil dari www.flickr.com/photos/photogeniks/323168587/

7 thoughts on “Manifestasi Hidup Sederhana

  1. Artikel yang menggugah, hal ini memang telah menjadi pemikiran saya sejak lama dan mencoba mengaplikasikannya, dan memang tidak terlalu sulit, karena saya memang sehari-hari hidup seperti itu. Naik bis desak-desakan sambil melamun di sisi jendela, adalah saat-saat yang saya nikmati. Walau pendapatan perbulan (alhamdulillah) meningkat terus, saya ingin terus mempertahankan gaya hidup ini.

  2. No ketika suami ngajak hidup bersahaja sempet protes tapi setelah dijalani banyak manfaatnya,minimal gak pusing mikirin
    kreditan,takut gak bisa bayar soalnya he..he…

  3. onokarsono

    @Eka Rahayu

    Bersahaja juga salah satu cara untuk mengikis banyaknya setoran🙂. Boleh sih nggak bersahaja, asal pemasukannya jangan bersahaja😀 .

Comments are closed.