Bisnis itu hanyalah tentang Attitude

Attitude is everything

Saya setuju dengan posting cantik dari mas Diar. Bahwa bisnis itu hanyalah masalah attitude (sikap).

Pada akhirnya, orang ngajak bisnis bukan karena skill tapikarena attitude. Yang punya skill bagus, banyak, tinggal bayar. Yang punyaattitude, hanya sepersekian.

Ini kalimatnya seadanya tapi nendang dan mengena.

Saya memahaminya begini, bisnis/usaha tidak harus dari besar. Seperti modal besar dan skill yang mumpuni. Namun, dari nol pun bisa. Asal punya sikap yang smart & tepat dalam memulai bisnis.

Contoh gampangnya begini, kalau kita memulai usaha jasa, namun tidak punya skill bagus atau alat yang canggih dan lengkap, maka carilah partner yang profesional.

Bayar si partner dengan uang. Artinya, kita menukar uang kita dengan waktu. Kenapa harus mencari partner yang profesional? Profesional bagi saya adalah :

  1. Bisa bekerja sesuai target.
  2. Pekerjaannya rapi, cepat & berkualitas.
  3. Manajemen usahanya bagus, misal tentang pencatatan pekerjaan dan barang
  4. SDM-nya mumpuni

Itu kriteria profesional menurut saya. Kalau orang seperti itu sudah jadi partner kita, kelar sudah hidup loe J

Sebenarnya sekarang ini banyak web penyedia jasa, misal projects.co.id . Nah, disana kita bisa memilah dan memilih partner yang profesional beradasarkan top worker yang terpampang di web tersebut.

Advertisements

Tidak responsif adalah kecelakaan besar di era digital

To become customer first you must deliver a good product wrapped in a great experience..

Bila kita mempunyai produk atau layanan, responsif di era digital adalah kewajiban. Adalah kecelakaan besar di era digital ini bila kita tidak responsif terhadap pelanggan melalui sosial media, instant messenger (WA/Telegram/BB, dsb), karena orang mudah sekali berpindah (switch) ke layanan lain dalam hitungan detik.

Image & quote source : David Bressler

2 kata ini akan membuat orang lain lebih menghargai kita

Di setiap percakapan entah lisan maupun tulisan, ada baiknya untuk membiasakan mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih”

Di percakapan instan messenger, saya sering menjumpai hilangnya kata tolong dan terima kasih.

Sedih rasanya jika kita sudah menjelaskan panjang & lebar tentang suatu pertanyaan, namun setelah itu lawan bicara diam, tidak merespon sama sekali

Bahkan ucapan terima kasih pun tidak.

Ucapan “tolong” dan “terima kasih” menunjukan siapa kita. Seberapa besar nilai (value) kita.

Walau terkesan sepele, namun dampaknya besar. Orang lain lebih menghargai kita.

#attitude