Bila minimarket berdiri di lingkungan masjid

Kalau dilihat sekilas toko retail kecil diatas adalah sebuah hal jamak. Yang membedakan cuma lokasinya, yakni berada di lingkungan masjid jami. Dan saya meyakini, suatu saat nanti ia akan menjelma menjadi minimarket.

Minimarket tidak harus berdiri di trafik keramaian “yang seperti biasanya”. Minimarket, suatu saat nanti bisa berdiri di dekat sebuah masjid yang ramai jamaahnya. Bukan hanya jamaah dari warga sekitarnya, namun juga jamaah dari luar daerah.

Realita menunjukkan, bahwa masjid yang nyaman ternyata menjadi rest area favorit bagi para musafir. Masjid-masjid yang dikelola dengan baik akan menjadi “idola” bagi para tamu dari jauh. Disinilah akan menjadikan “crowd” atau kerumunan di saat-saat ibadah sholat wajib atau di saat kegiatan sosial atau keagamaan lainnya.

Akhirnya, lagi-lagi kembali pada prinsip, “dimana ada kerumunan, disitu pasti ada orang jualan” 😁

Namun, bila dilihat dari fenoimena saat ini, kesadaran akan kebutuhan spiritual dan aktualisasinya memang tengah meningkat. Grafik kesadarannya lagi naik.

Gerakan2 anti riba, hijabers, lagi marak dimana-mana. Belum lagi gerakan-gerakan sedekah berjamaah. Dan gerakan-gerakan lainnya. Masjid akan banyak menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan.

Saya jadi teringat sebuah buku “Marketing to the Middle Class Moslem” karya Yuswohady. Toko retail diatas suatu saat akan ada relevansinya dengan isi buku tersebut.

Advertisements

Tukang sayur vs mandor pabrik

Saya dapat cerita ini dari istri saya, dia bercerita begini, seorang temannya pernah bekerja sebagai mandor pabrik rokok di perusahaan rokok ternama. Posisi / jabatan sebagai mandor di suatu divisi di pabrik tersebut tentunya sudah lumayan gajinya. Jam kerjanya mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 17.00 sore. Suatu durasi kerja yang cukup melelahkan tentunya.

Karena semakin hari desakan mengurus anak-anak yang masih kecil tidak bisa ditinggalkan lagi, akhirnya diambil-lah keputusan yang cukup berat untuk resign. Otomatis, dengan posisi tidak bekerja lagi, pemasukan tambahan tidak ada. Satu-satunya sumber pendapatan utama adalah dari suaminya. Maka diputarlah otak agar ia tetap bisa bekerja, namun juga bisa mengurus anak.

Tercetuslah ide untuk membuka jualan sayur mentah di depan teras rumah. Maka, dicobanya usaha jualan sayur itu dengan target pelanggan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Setelah berjalan selama beberapa bulan, ternyata hasilnya lumayan. Dan setelah berjalan satu tahun lebih, penghasilannya sangat-sangat lumayan, bahkan melebihi gaji yang dulu sebagai seorang mandor pabrik.

Ditambah lagi, durasi kerjanya pun lebih pendek. Mulai berbelanja di pasar pukul 03.30 pagi, tutup lapak pukul 10 siang. Selambat-lambatnya pukul 11 dagangannya sudah habis. Kalau pun masih ada yang tersisa, dia konsumsi sendiri untuk kebutuhan keluarga.

Laiknya sebuah cerita orang yang sedang berusaha, ada sisi manisnya, ada pula sisi tidak manisnya. Berjualan sayur seperti ini diperlukan persiapan mental dan fisik. Karena harus bangun pagi-pagi buta untuk berbelanja. Dimana saat-saat seperti ini; banyak orang lain yang tengah terlelap dengan tidur dan mimpi indahnya.

Semuanya memang musti diperjuangkan 🙂

Semoga bermanfaat !

Tips berjualan di sosial media ala saya

Membuat channel pemasaran di sosial media itu perlu dan penting. Karena sosmed itu luwes dan simpel, dan mudah untuk digunakan sebagai media untuk membangun personal branding.

Akan lebih bagus lagi jika kita punya kompetensi atau skill di bidang tertentu. Yah, minimal tahu seluk beluk suatu bidang.Saya punya pengalaman menarik tentang deal penjualan produk di IG. Saat ini. saya punya akun IG yang aktif saya posting dengan topik sehari-hari dan tentang tips & info hardware komputer. Suatu waktu saya memposting gambar mainboard di IG. Dari postingan tsb, ada seorang kawan yang tertarik dengan mainboard merk X ini. Kawan ini saya kenal sebatas online saja.

Dia menanyakan apakah saya menjual mainboard merk X tsb? Saya jawab iya. Setelah beberapa baris percakapan di WA. Akhirnya terjadilah deal atau kesepakatan harga.

Saya berusaha memberikan solusi terbaik untuknya. Sejauh ini dia puas dengan setiap respon yang saya berikan.

Di hari-hari berikutnya, karena saya rajin dan responsif menjawab setiap permasalahan komputer miliknya, terjadilah beberapa transaksi selanjutnya. Alhamdulillah, dari satu kanal sosial media, rejeki bisa dijemput.

Ketika anda ingin berjualan di sosial media, mungkin tips di bawah ini bisa bermanfaat :

  1. Orang tertarik pada suatu topik tertentu, bukan pada produk. Ketika ingin promosi di sosial media, ambilah topik/minat tertentu seperti gaya hidup (lifestyle), kecantikan, kesehatan.
  2. Jangan melakukan broadcast. Bagi saya, ini adalah hal yang paling menjengkelkan. Kalau sudah berteman di IM spt BBM, cukup update status saja. Lihat artikel di blog ini sebelumnya tentang Cara gampang menjual barang kepada calon konsumen baru.
  3. Berikanlah tips-tips yang bermanfaat.

PEOPLE DO BUSINESS WITH PEOPLE THEY LIKE AND TRUST

Image source : contentmarketinginstitute.com