Pada dasarnya kita ini senang dirayu

Beberapa hari lalu, saya kedatangan kunjungan sales dari perusahaan distribusi produk memori, prosesor, mainboard dan hardisk, sebut saja namanya Jhon.

Saya sendiri, dengan jabatan seorang penjual juga, tentu merasa senang dikunjungi/disilaturahim-i oleh seorang tenaga penjual, eh siapa tahu ada info produk baru, atau produk-produk yang lagi promo.

Mas Jhon ini sedang jadwal kanvas, yakni kunjungan sambil bawa produk.

Kalau saya perhatikan, kita ini sebenarnya senang kalau ada orang nawar-nawarin sesuatu, entah produk, jasa, layanan, dsb.

Dan manusia itu pada dasarnya suka dirayu apalagi wanita. Apa pun itu level rayuannya :D,

Bila ada kunjungan sales kanvas, terkadang saya tidak melakukan transaksi pembelian. Karena memang belum butuh.

Sebenarnya usaha para salesman itu tidak sia-sia.

Karena berdasarkan pengalaman disalesin, akan ada ingatan dalam benak kita sebagai calon pembeli mengenai produk yang ditawarkan, misalkan fungsi dan manfaatnya.

Dan pada akhirnya, bisa jadi suatu saat akan dibeli bila sudah ada kebutuhan.

Produk mas Jhon ini cukup banyak saya ambil, salah satunya adalah memori komputer dengan merk Hynix.

Saya cocok dengan memori Hynix ini. Kelebihannya adalah aman digunakan sehari-hari jika diaplikasikan pada pc standar.

Hynix ini belum ada yang bermasalah. Di sisi lain harganya paling terjangkau.

Saya ngomong “terjangkau” karena kalau menggunakan kata “murah” koq kesannya jadi murahan. Padahal ya memang murah, mbulet nih hi hi..

Tidak hanya Hynix, masih ada produk lain yang biasa saya stok di lapak saya Izi Komputer dengan kelas premium.

Harganya lebih tinggi, namun kualitasnya terjamin. Terjaminnya karena sangat stabil.

Stabilnya itu anteng untuk kerja bahkan siap diajak kerja berat.

Dan memori pun memiliki teknologi, yakni pada chip & kecepatannya, serta pendingin di bodinya.

Yang terkini adalah sudah disematkannya lampu RGB. Sehingga membuat jeroan pc lebih menarik.

Bisnis itu hanyalah tentang Attitude

Attitude is everything

Saya setuju dengan posting cantik dari mas Diar. Bahwa bisnis itu hanyalah masalah attitude (sikap).

Pada akhirnya, orang ngajak bisnis bukan karena skill tapikarena attitude. Yang punya skill bagus, banyak, tinggal bayar. Yang punyaattitude, hanya sepersekian.

Ini kalimatnya seadanya tapi nendang dan mengena.

Saya memahaminya begini, bisnis/usaha tidak harus dari besar. Seperti modal besar dan skill yang mumpuni. Namun, dari nol pun bisa. Asal punya sikap yang smart & tepat dalam memulai bisnis.

Contoh gampangnya begini, kalau kita memulai usaha jasa, namun tidak punya skill bagus atau alat yang canggih dan lengkap, maka carilah partner yang profesional.

Bayar si partner dengan uang. Artinya, kita menukar uang kita dengan waktu. Kenapa harus mencari partner yang profesional? Profesional bagi saya adalah :

  1. Bisa bekerja sesuai target.
  2. Pekerjaannya rapi, cepat & berkualitas.
  3. Manajemen usahanya bagus, misal tentang pencatatan pekerjaan dan barang
  4. SDM-nya mumpuni

Itu kriteria profesional menurut saya. Kalau orang seperti itu sudah jadi partner kita, kelar sudah hidup loe J

Sebenarnya sekarang ini banyak web penyedia jasa, misal projects.co.id . Nah, disana kita bisa memilah dan memilih partner yang profesional beradasarkan top worker yang terpampang di web tersebut.

Tidak responsif adalah kecelakaan besar di era digital

To become customer first you must deliver a good product wrapped in a great experience..

Bila kita mempunyai produk atau layanan, responsif di era digital adalah kewajiban. Adalah kecelakaan besar di era digital ini bila kita tidak responsif terhadap pelanggan melalui sosial media, instant messenger (WA/Telegram/BB, dsb), karena orang mudah sekali berpindah (switch) ke layanan lain dalam hitungan detik.

Image & quote source : David Bressler