Hari minggu sudah terjadwal sebagai acara wajib untuk keluarga. Rutinitas kami adalah silaturahim ke tempat saudara atau jalan-jalan bersepeda motor dengan istri dan anak semata wayang menyusuri alam pedesaan. Biasalah, melepas stress
.
Akhir pekan ini kami mampir ke Waduk Sempor. Kabar terakhir yang kami dengar kalo waduk ini bukan tempat favorit lagi sebagai tempat wisata. Yang jelas, kondisinya sudah tidak segar lagi, tidak terawat. Ah, malangnya nasibmu. Pemkab Kebumen, apa kabarmu?
Pintu gerbang menuju Waduk Sempor
Air waduk sangat minim karena musim kemarau
Jalan aspal di area waduk
Mampir ke Perumahan Sempor, cari-cari informasi
. 50% rumahnya sudah dibooking. Murah bro angsurannnya Rp 434.000,- selama 15 tahun he he he. DP hanya 1,5 juta rupiah. Tertarik?
Salah satu model rumah yang disediakan
Kantor Pemasaran
Jalan menuju Perumahan Sempor yang belum selesai pembangunannya. Menurut informasi, lokasi di sebelah selatan perumahan akan dibangun sebuah Pom Bensin.
Waah segernya, cuaca siang yang panas begini nyruput es degan. Sehabis capek jalan-jalan, mampir sejenak di warung es degan pinggir jalan raya di desa Kedungpuji. Ini warung favorit saya karena lokasinya yang mewah (mepet sawah). Silir semilir angin sawah, plus ada hidangan mendoan hangat dan nasi rames all ini one
. Huenaaak tenan.
Plus Mendoan Anget, mak nyooos…
Saya ada ide neeh, kapan-kapan mo ngajak temen-temen di Gombong untuk tracking (jalan-jalan menyusuri alam pedesaan dan pegunungan). Kegiatan seperti ini penting untuk menyeimbangkan hidup, melepas penat dan menyegarkan kembali pkiran dan tubuh kita. Iya gak fren?









