Onokarsono's Weblog

Entries categorized as ‘Opini’

Membaca Buku sebagai Gaya Hidup

September 11, 2008 · 11 Comments

Setuju nggak kalau buku itu adalah investasi? Maksudnya buku-buku yang bermanfaat. Saya sendiri meng-”amin“-i hal tersebut. Buku itu mampu meningkatkan kualitas hidup kita. Mungkin manfaatnya belum bisa dirasakan saat ini, tapi pasti akan dirasakan beberapa tahun kemudian. Dengan catatan, bahwa yang kita baca itu memang benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (applied knowledge).  Jadi, bukan sekedar bacaan belaka.

Buku itu memberikan input berupa wawasan dan cara pandang baru. Terutama buku yang ditulis dari seorang praktisi atau mereka yang ahli di bidangnya. Atau buku apa pun yang mampu menginspirasi kita menuju peningkatan kualitas hidup, misalnya buku tentang kesehatan, pengembangan diri, biografi orang-orang sukses, dsb.

Kita tentu bisa menyelami dan mengambil pengalaman dari sang penulis. Saya yakin buku-buku yang berkualitas akan berimbas pula pada peningkatan kualitas hidup pembacanya. Bila kualitas hidup meningkat insya Allah kesejahteraan hidup, kualitas dan kuantitas secara finansial juga akan meningkat.

Bukankah dengan peningkatan kualitas hidup akan meningkatkan gaya hidup juga? Dan membaca buku itu sendiri sudah menjadi kebiasaan (gaya hidup) orang-orang modern, yakni orang-orang yang ingin maju dan berkembang. Bukan materi yang prioritas, tapi knowledge-lah yang paling utama. Pilih mana harta atau ilmu? Saya pikir harta itu hanyalah salah satu efek dari ilmu yang diaplikasikan. Ilmu itu sendiri adalah harta yang tiada pernah habisnya.  Kekayaan sejati.  Setuju :) ?

Itu menurut persepsi dan pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat Anda?

Note 1 : Tulisan ini adalah buah pikiran ketika mengunjungi sebuah Book Fair di kota tempat tinggal saya. Walaupun pameran buku itu sangat sederhana, tapi sangat bermanfaat. Buku yang ditampilkan tidak banyak, tapi berkualitas. Di sisi lain tentu ada ajakan ke masyarakat luas untuk membiasakan diri membaca buku. Terima kasih atas ide dan inisiatifnya, Book Fair ini adalah Oase bagi kita-kita dan mereka yang haus akan ilmu pengetahuan.

Note 2 : Membaca blog (Blogwalking) adalah gaya hidupnya orang-orang modern juga :D

Categories: Daily · Lifestyle · Opini
Tagged: , ,

Manifestasi Hidup Sederhana

June 5, 2008 · 7 Comments

Simple Living Manifesto. Sebuah slogan yang begitu menarik. Di tengah kenaikan harga yang membumbung tinggi apa yang bisa kita lakukan? Meningkatkan penghasilan? Jelas. Berhemat? Wajib hukumnya. Strategi lainnya? Menerapkan pola hidup sederhana. Saya kira itulah jawaban paling tepat dalam kondisi sekarang ini. Bukan mengeluh, tapi mencari solusi. Bila kita mengeluh, kita memposisikan diri sebagai korban (obyek). Jadilah subyek yang senantiasa berinisiatif. Ya nggak?

Simple Living saat ini tengah menjadi trend. Saya jadi teringat postingan Pak Roni (TDA Founder) sbb :

Bahasa keren yang sedang nge-trend saat ini adalah “Simple Living”. Gaya hidup naturalis, sederhana, bersahaja. Di barat sana arus gaya hidup seperti ini sedang diminati.

Nggak usah malu untuk naik angkot lagi atau naik motor. Kalau ditanya, kok naik angkot? Bilang aja, saya mendukung pencegahan global warming. Gaya hidup hemat itu keren sekarang.

Reduce, re-use, recycle adalah langkah bijak yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Stop konsumsi yang tidak perlu.

Lagi-lagi kita ketinggalan. Padahal dalam Islam itu sudah terkonsep sejak lama. Pola hidup sederhana itu berada di tengah-tengah. Tidak boros, tidak juga pelit. Pola hidup sederhana itu anti kecemburuan sosial, jauh dari gejolak sosial dan kriminalitas . Pola hidup sederhana itu lebih membumi. Down to earth :D .

Kita memang harus perlu banyak belajar. Konsumtif boleh, tapi tidak berlebihan. Negeri kita ini memang dikenal paling konsumtif. Lebih suka makan gengsi daripada makan nasi. Malu kalau dikatakan udik. Malu kalo hapenya masih jadul. Malu kalo naik sepeda. Apa kata dunia? Peduli amat dengan kata orang. Apakah mereka membiayai hidup kita? Tapi ada untungnnya juga, kenapa bisa begitu konsumtif? Marketingnya handal :) .

Lagi-lagi teringat masalah hape jadul. Kalo anak ABG sekarang hapenya canggih-canggih, taruhlah rata-rata pake nokia generasi N. Malu kalo pake hape lawas. Kalaupun ada yang masih pake, nge-belnya sembunyi-sembunyi, ha ha ha ketauan lo. Tapi coba lihatlah jeroan pulsanya. Cuma terisi 5 rebu perak he he he. Itupun belinya nyicil dari uang saku harian. Weleh, bisa beli hape canggih koq tidak bisa menghidupinya. Coba tengoklah hape bokap kita. Walaupun hapenya jadul, tapi rekeningnya unlimited broooo :D .

Ada-ada saja. Ah.. ini cuma postingan pelepas stress. Silahkan kalau mau ditanggapi dan bila punya kisah menarik tentang manifestasi hidup sederhana. Matur nuwun.

Gambar diambil dari www.flickr.com/photos/photogeniks/323168587/

Categories: Daily · Opini
Tagged:

Antara Aku, Bejo dan Bill Gates

May 16, 2008 · 5 Comments

Bill Gates ngomong dia itu menyesal nggak menyelesaikan kuliahnya? Seriuskah dia dengan omongannya itu? Sunguh-sunguhkah dia menyesal? Ah..belum tentu. Bisa jadi hanya sebatas pemanis saja. Lha wong dia itu orang pinter dan terkenal, apa saja bisa dibuat manisan :D . Tapi memang betul, orang Indonesia itu harus pinter, harus berpendidikan tinggi. Biar tidak mudah dibodohi orang. Lalu kategori orang pinter itu seperti apa ya?

Ngomong masalah kepinteran dan kejeniusan Bill Gates. Mungkin dia kagak bakalan sukses seperti sekarang ini kalau tetap meneruskan kuliahnya. Dia itu jenius, intuisinya tajam. Dia tahu Microsoft itu tambang emas. Makanya energinya difokuskan untuk menggali terus tambang emasnya.

Orang jenius kayak Bill Gates itu tidak hanya otak kirinya yang encer. Tapi otak kanannya juga jalan. Perpaduan serasi antara dua otak tersebut menghasilkan formula yang bernama Super Bejo (super beruntung) he he he. Banyak orang kita yang otaknya encer tapi tidak bejo. Tapi banyak juga yang otaknya bebal malah bejo.

Kalau sarjana sukses itu memang sudah biasa. Tapi kalau tukang rongsok itu sukses adalah sesuatu yang ruaar biasa. Tukang rongsok itu tidak punya modal intelektual tinggi, tapi bisa membaca peluang. Saya tidak tahu yang jenius itu yang mana?

Jadi, kalau dipikir lagi kita milih yang mana? Tidak ada yang bisa dipilih. Apapun latar belakang kita, yang puenting itu adalah bagaimana memaksimalkan fungsi kedua otak kita supaya jalan, tidak cuthel, tidak buntu, tidak dodol. Artinya otak itu harus sering dipake untuk berpikir. Mencari strategi. Membaca peluang. Dan dipakai untuk sinau kepada siapa saja. Selalu sinau (belajar) pada kehidupan juga. Agar besok itu punya nilai tambah. Agar besok itu bisa berubah. Agar besok itu bisa menjadi orang pinter dan sukses kayak Bill Gates.

Syukur menjadi orang Bejo apalagi Super Bejo. Eh, tapi itu baru bejo di dunia lho. Ada lagi yang sangat pinter dan sangat jenius. Yaitu orang yang Super Bejo di dunia akhirat. “Boro-boro mikirin akhirat, nyari duit halal aja susyah“. Weleh ….!!!

Categories: Entrepreneurship · Opini
Tagged: , ,

Sekedar Harapan Saja

March 28, 2008 · 50 Comments

hendra_guide.jpgBlog ini, sebagian artikelnya memang saya dedikasikan untuk pemuatan informasi alumni SMP2 Gombong Angkatan 91. Isinya hanya berita dari sisi pribadi saya, kalaupun ada teman-teman yang hendak mengisi artikel, saya persilahkan. Memang, sudah ada blog yang khusus disediakan untuk kita, yaitu SMP2Gbg.wordpress.com yang dibuat oleh John Mugi, tapi belum tergarap secara maksimal. Dari misi awalnya, John Mugi hendak menampung aspirasi & berita dari segala angkatan, dan saya yakin banyak misi lainnya yang mulia. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, blog SMP2 ini belum sempat dipermak agar tampilannya lebih yahud dan kontennya lebih variatif.

jalan_bareng.jpg
Jalan-jalan ke Goa Jatijajar
ngariung.jpg

Ngariung Santai di Depan Goa

anak_kita.jpg

“Besanan apa Sal…?” Ha ha ha.

Sebenarnya saya tidak ingin menunjuk secara individu. Saya ingin keterlibatan juga dari Agus Hery untuk memberikan masukannya dan keaktifannya atas reaksi teman-teman kita yang luar biasa ini. Dengan latar belakang dan kapasitas yang mumpuni, Agus Hery ini mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan kepada teman-teman lainnya. Begitu senangnya saya dan teman-teman bisa berkumpul secara Online. Walaupun tidak bertemu secara fisik atau bertatap muka, rasanya kita seperti sudah bersua setiap hari. Inilah kehebatan internet, tidak mengenal batas ruang dan waktu. Kenapa ini tidak digunakan secara maksimal untuk merekatkan kembali tali silaturahim, berinteraksi dan melepas kerinduan yang sudah lama terpendam?

bakar_ikan.jpg

Bakar-bakar Ikan …

wis-mateng.jpg

“Wis mateng no … ! Ayuh gagean dipangan bareng”

enake_makan_bareng.jpg

“Huenak tenaaaaaaaaan … !!!”

Kita tidak usah target muluk-muluk untuk ini dan itu, just let it flow saja. Kita lihat perkembangan acara koempoel-koempoel dan keaktifan teman-teman semua, sampai sejauh mana bisa memberikan kontribusi dan manfaat, dan sampai sejauh mana koempoel online ini bisa bertahan. Bila ternyata hasilnya bisa membuahkan tindakan nyata secara offline, misalnya kopi darat, reuni, dan sebagainya, saya kira sangat-sangat layak untuk dipelihara. Dan kita sedang menunggu teman-teman lain yang sudah aktif OL baik lewat YM ataupun FS untuk ikut aktif juga berkontribusi memberikan sumbang sarannya pada beberapa blog yang sudah tersedia.

at_edis_home.jpg

Indahnya Kebersamaan.

Ini hanya opini saya. Maaf bila konsep acara reuniannya belum tergodok matang, saya sudah melompat ke topik yang satu ini. Ini hanya sekedar tambahan dan harapan agar acara koempoel-koempoel OL ini bisa memberikan manfaat dan menjadikan kesadaran bagi teman lainnya yang belum aktif untuk berkontribusi. Harus dimulai dari yang sudah ada sekarang.

Dan endingnya adalah: Kita ini semua sama-sama sedang belajar. Marilah kita berbagi. Setuju…?

Categories: Opini