Onokarsono's Weblog

Entries categorized as ‘Entrepreneurship’

Telah Lahir Portal Rujukan Utama Kewirausahaan Indonesia

August 16, 2008 · Leave a Comment

Ya, dengan berani dan yakin saya menyatakan portal TDA yang di re-launching tadi malam ( 15 Agustus 2008 ) sebagai rujukan utama kewirausahaan di Indonesia.

Saya membayangkan portal ini menjadi wikipedianya kewirausahaan Indonesia. Apa pun yang dicari mengenai kewirausahaan, mulai dari start up sampai pengembangan usaha, bakal ditemukan di sini. Sampai sedetil-detilnya.

Portal TDA bakal menjadi one stop knowledge dan know how resources bagi siapa pun yang ingin menjadi wirausahawan. Kelak, 5 sampai 10 tahun mendatang, hampir setiap usahawan sukses di Indonesia pasti pernah atau telah bersentuhan dengan TDA atau portal ini. Itu impian kita semua.

Hal tersebut bukanlah muluk untuk dicapai. Saat ini, TDA sudah mewarnai ranah kewirausahaan di dunia maya. Saya sering menemukan blog atau pun situs dengan logo TDA di dalamnya. Logo TDA sudah menyebar bak virus di dunia maya.

Kemarin salah seorang keluarga saya berkata bahwa ia ingin membeli sebuah produk secara online. Ia yakin dengan toko online itu karena ada logo TDA-nya. Rasa senang dan syukur tak terhingga saya rasakan mendengar pernyataan ini. Brand image TDA sudah cukup tinggi.

TDA pun telah mewarnai berbagai media seperti majalah, koran, televisi. Brand TDA telah mendapat perhatian dan respek dari berbagai pihak di usianya yang baru menginjak tahun ketiga ini. Sekali lagi, alhamdulillah. Ini pun masih beyond my wildest dream.

Maka tepatlah jika momen kelahiran kembali tangandiatas.com yang dibantu sepenuhnya oleh Virtual Consulting itu menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi perjalanan TDA ke depan. Dengan kehadiran portal ini, langkah TDA menjadi semakin yakin dan penuh percaya diri. Bahwa, impian itu bisa dicapai.

Dengan tag line “bersama menebar rahmat”, mulai hari ini portal TDA akan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh khalayak seluas mungkin.

Posted by : Badroni Yuzirman

Categories: Entrepreneurship · Info

Hanyalah Sebuah Ide

August 7, 2008 · Leave a Comment

Sudah sering kita dengar, bahwa yang dibutuhkan untuk memulai usaha bukanlah modal (kita sering mengasosiasikannya dengan uang). Orang pasti terkendala dengan yang satu ini. Modal.  “Darimana modalnya? Enggak ada modal!’  Ini adalah masalah klasik. Apakah benar, memang itu yang dibutuhkan?

Kalau dengar petuah dari mereka para kampiun bisnis, mereka pasti akan berkata “Modal itu nomor sekian.” Uang itu nomor sekian. Yang penting itu adalah ide brillian. Modal sebenarnya itu adalah diri kita. Benar nggak sih? Kalau saya sendiri setuju sekali. Segala  yang tercapai di muka bumi ini berangkat dari sebuah ide. Penemuan-penemuan besar itu hanya berangkat dari sebuah ide.

Lalu bagaimana ide itu bisa menjadi kenyataan. Rumusnya cuma satu. Lakukanlah sesuatu. Take action. Act now. Ingat petuah yang satu ini, kalau tidak salah ini adalah petuah ampuh dari negeri tirai bambu, bahwa perjalanan bermil-mil hanyalah dimulai dari satu langkah. Tetapi harus terus melangkah.  Simpel sekali ya :) ?

Jadi, kesimpulannya? Mulailah melangkah. Sepertinya cukup sampai disini artikelnya karena otak saya sudah bermunculan ide-ide brilllian nih :D . Sukses selalu untuk semuanya.

Image Source : web.mac.com

Categories: Entrepreneurship

Karir Ideal untuk Seorang Istri

August 6, 2008 · 6 Comments

Dari sudut pandang saya, karir ideal untuk seorang istri adalah di rumah. Yang lebih spesifik adalah mengelola usaha sendiri di rumah. Yang pasti banyak keuntungan yang bisa didapat. Kewajiban pokok mendidik anak dan mengasuhnya tidak terbengkalai, demikian pula pernak-pernik pekerjaan rumah tangganya. Di sisi lain ada pemasukan dari penghasilan tambahan yang bisa didapat.

Saya pikir seorang ibu rumah tangga tidak akan jenuh dengan pekerjaan rutin sehari-harinya bila ada  kompensasi berupa rutinitas lain yang mengasyikan.

Beberapa kegiatan yang bisa dijalankan misalnya menjahit, membuat makanan jajanan (catering), buka toko kelontong, menjual pakaian/busana di rumah, membuka warung makan kecil, membuka kursus, dan masih banyak lainnya. Saya yakin bila ini dikelola secara serius dan benar tentu akan menjadi sumber penghasilan yang lumayan

(more…)

Categories: Entrepreneurship · Work at Home

Sampai Kapan Kamu Bisa Bertahan?

July 17, 2008 · 5 Comments

Ini adalah hari-hari yang  sarat dengan aktifitas. Saya memang sedang menyibukkan diri dengan berbagai alternatif usaha. Perluasan usaha,  proyek  fun, proyek hobby, proyek idealis, buang-buang duit?  Atau apa pun namanya.  Yang jelas saya ingin mencoba sesuatu yang baru.   Saya tidak tahu dikatakan opportunis atau petualang bisnis. Atau malah kemaruk (rakus)? Mau jadi konglomerat? Konglomerat kelas kambing :) .

Saya lebih suka menyebutnya sebagai proyek fun, walau fun tapi bener-bener serius mengelolanya. Banyak kejenuhan dengan aktifitas yang biasa dilakukan sehari-hari, kita ini memang makhluk yang mudah merasa bosan.  Ketika mencoba usaha/bisnis baru, bisa jadi itu sudah out of track, keluar jalur, tidak fokus dan sebagainya.  Kata orang atau kata buku, hati-hati kalau kita sudah tidak fokus dengan bisnis kita.  Yang jelas saya tetap fokus dengan bisnis utama saya. Bisnis saya delegasikan, kepercayaan telah saya tanamkan kepada karyawan, dan alhamdulillah sistemnya tetap berjalan dengan normal. Walaupun saya tidak selalu hadir disana, saya harus selalu memantau dan terlibat didalamnya. Karena disitulah dapur utama yang harus selalu ngebul setiap harinya. Kalau tidak, pastilah sudah berantakan, out of control.

Ada pertanyaan yang mengganjal dari teman saya yang bisnisnya sudah mapan. Kalau saya menerjemahkannya bisa dikatakan sedikit mencibir atau malah merendahkan. Pertanyaannya yakni : “Sampai kapan kamu bisa bertahan dengan bisnis barumu itu?”.  Saya cuma bisa tersenyum kecut dan berkata dalam hati, “Sampai sekuat tenaga dan pikiranku”. Sampai aku bisa membangunnya sebagai sebuah bisnis yang mapan. Bukankah lebih menyenangkan dan mengasyikkan ketika kita bisa berpetualang dengan suasana baru?

Kamu dan aku memang berbeda. Zona kita berbeda. Dan jiwa kita masing-masing juga berbeda. Tidak ada yang salah, kamu berjalan sesuai garis hidupmu, aku juga sedang berjalan dengan garis hidupku. Yang salah adalah ketika kita merasa sudah besar dan sombong dengan merendahkan orang lain. Dan belum tentu mereka lebih rendah daripada kita.

Prinsipnya, kita itu harus selalu bersyukur, apapun kondisinya, apapun keadaannya. Cibiran atau hinaan itu sebenarnya adalah lecutan dahsyat agar kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa, bukan kroco, kere mente, atau pecundang.  Mau jadi apa kalau kita mudah putus asa atau nglokro? Generasi letoy?

Terima kasih untuk temanku atas lecutannya. Hidup ini lebih berkobar ketika ada orang-orang sepertimu.  Saya jadi tersadar, bahwa peristiwa buruk yang menimpa kita bukanlah musibah atau bencana, tapi banyak hikmah dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Hidup ini memang penuh misteri. Misteri yang indah bila kita bisa memahaminya.

Categories: Entrepreneurship