Onokarsono's Weblog

Entries categorized as ‘Daily’

Ketika Aku Membaca Masa Depan

July 19, 2008 · 2 Comments

Ini kota kecil bro. Jangan dipaksa seperti di kota besar. Belum saatnya. Itulah pikiran saya. Kota kecilku belum saatnya dan belum matang diadopsi model metropolitan, walaupun hanya sekedar tempat nongkrong lesehan plus hotspot sekalipun. Nanti pun lama-lama secara alami akan menuju kesana. Kulturnya masih tradisional. Makanya saya bilang dari awal, ini adalah proyek fun, proyek idealis (alasan saja, dalihnya orang-orang gagal :) )

IT itu belum siap disini, tapi sedang berkembang. Yang punya laptop juga masih terbatas. Ah… tapi gak pa pa. Jangan putus asa. Pioneer itu memang kuti mesdu bekerja keras untuk membuka jalan :D . Ha ha ha … pioneer apaan. Gak tau ah.

Semangat, semangat, tetap semangat.

Wah..jangan-jangan kalimat di paragraf pertama diatas hanya pikiran pesimis saya. Kita memang tidak tahu masa depan kita akan seperti apa. Rahasia langit.  Nasib kita beberapa detik kemudian pun kita tidak tahu. Seringkali yang kita perkirakan meleset jauh. Seakan kita Tuhan bisa memastikan jadwal ini dan itu, dan bisa sukses dengan indahnya. Nyatanya, tidak selalu yang kita rencanakan bisa terealisasi semua.

Begitu pun dengan yang namanya prasangka. Setelah saya analisis dan saya alami, prasangka itu ternyata 99,99% banyak salahnya. Prasangka itu membuat kita berpikir negatif dan membuat kita mudah stress. Jadi benarlah kata ulama, kata psikolog ataupun motivator, kita harus selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Berpikir positif.  Demikian pula kepada Tuhan. Agar nasib kita selalu mujur. Agar tidak mudah terhinggap penyakitnya orang-orang modern :D .

Apapun yang kita inginkan dan cita-citakan, minimal kita sudah berusaha. Ada usaha, ada keringat, ada perjuangan, selalu optimis.  Lalu kita pasrahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa dengan berdoa.  Itulah proses ikhtiar yang sesungguhnya.  Bukan hanya pasrah, apalagi pasrah bongkokan, tidak melakukan apapun, cuma komat-kamit berdoa, itu namanya tolol. Mana ada duit jatuh dari langit. Kecuali duitnya Tung Desem :D .

Intinya, harus selalu semangat, bekerja, inovatif dan kreatif. Apapun posisinya, kere aktif sekalipun harus kreatif. Kalo tidak, kita akan selalu menjadi penonton yang baik, bukan pemain yang baik.

Categories: Daily · Technology

Belajar Jadi Mompreneur

June 20, 2008 · 7 Comments

Inilah kegiatan baru istri saya, jualan.  Jualan burger. Idenya tercetus belum lama. Dari dulu istri saya selalu berkeinginan untuk bekerja.  Saya sendiri sebenarnya kurang setuju kalau istri bekerja. Pertama, karena saya ingin istri saya fokus membesarkan anak. Anak adalah prioritas. Kedua, cukuplah suami saja yang bekerja menopang kehidupan keluarga. Insya Allah rejeki akan selalu ada kalau kita mau berusaha.

Tapi mungkin karena bete di rumah, istri minta diberi kegiatan sampingan. Syukur bisa menghasilkan :) . Akhirnya ketemulah solusinya dengan usaha sampingan jualan burger. Kenapa sampingan?  Karena tidak menyita waktu.  Wong jualannnya itu mulai jam 4 sore sampai jam 8 malam :D . Kenapa musti jualan burger? Prospek bisnis kuliner masih cerah di kota kecilku ini. Masyarakat Gombong ini paling doyan makan dan senang jajan.  Jenis makanan apapun yang dijual rata-rata laris dikonsumsi. Jadi, dari perilaku makannya sudah kelihatan. Dan kebetulan lagi, istriku ini gemar atau hobi memasak. Jadi, kloplah antara hobi dengan bisnis.

Untuk paket burgernya, kami ambil milik Edam (Bang Made) yang sudah kondang sebagai ikon burger Indonesia. Pilihan dijatuhkan karena investasinya murah. Kurang lebih 3 jutalah. Ditambah lagi tidak ada franchise fee, jadi pikir saya Bang Made ini benar-benar punya semangat untuk menolong dan membantu rakyat kecil yang ingin menjadi entrepreneur.  Kami ambil stand/outlet tetapnya pada distributor Edam di Jogja, sekaligus bahan baku awalnya.  Dua hari saya bersama istri kursus masak burger di Jogja :D . Kebetulan distributor di Jogja ini orangnya sangat ramah dan supel, namanya bu Elvis. Kami diberi bekal cukup banyak disana. Dapat ilmu baru neeh. Dan tentunya bertambahlah relasi kami.

Setelah 1 minggu mempersiapkan segala sesuatunya.  Hari kamis, tanggal 19 Juni 2008, outlet burgernya dibuka.  Kami ambil lokasi di Jalan Kartini dengan alasan arus hilir mudik atau lalu lintasnya  sangat ramai. Alhamdulillah, jualan pertama boleh dikata sukses. Kurang lebih jam 16.30, belum selesai kami menata peralatan jualannya , eh sudah ada pelanggan pertama datang. Pecahlah telor pertama :D .  Ada feeling jualannya bakal rame nih. Bener juga, sampai jam 20.30 dagangan sudah habis. Wah betapa leganya kami, maklumlah awalnya sangat pesimis, apa bisa laku ya? Jadi, bener juga kata Om Bob, kalau mau bisnis jangan terlalu banyak mikir dan dianalisa, semakin banyak dianalisa, semakin jauh kita untuk memulai.  Enak sekali kalau bisnis bisa diprediksi untung ruginya diatas kertas.

Istriku senang, saya pun ikut senang. Karena anak tidak terabaikan, dan bisnispun tetap jalan.  Dia gembira karena bisa menyalurkan hobinya sekaligus mendapatkan penghasilan.  “Ternyata, orang jualan itu enak ya !” kata istriku.

Mudah-mudahan bisnisnya bisa terus eksis.  Selamat ya sudah jadi mompreneur :D .

Categories: Daily · Entrepreneurship
Tagged: , ,

Bangun Pagi dan Rahasia Rejeki

June 17, 2008 · 8 Comments

Menulis itu pekerjaan yang susah-susah gampang. Butuh ketelatenan untuk mengasah ketrampilan menulis. Sekaligus perlu saat yang tepat (mood) agar bisa menulis dengan lancar. Kapan waktu ideal untuk nulis artikel di blog? Berdasarkan pengalaman, nulis artikel itu paling enak di pagi hari. Lepas subuh atau shalat subuh. Badan segar, pikiran juga sedang fresh. Disitulah waktu yang paling tepat. Ide boleh muncul di malam hari, tetapi nulisnya enak dilakukan di pagi hari. Berapa kali mencoba menulis artikel di malam hari sering sekali mengalami kebuntuan.

Di lain sisi, banyak memang pekerjaan yang lebih afdol dilakukan di pagi hari. Misalnya menyiapkan jadwal rutin harian (things to do), menyiapkan pekerjaan dan dokumen pekerjaan, belajar, dan sebagainya. Cuma sayang, waktunya sangat sempit. Jam 6 pagi kita mulai disibukkan dengan pekerjaan/kewajiban rumah lainnya. Misalnya ikut membantu istri mengurus anak :D . Di pagi hari adalah saat repot-repotnya pekerjaan istri kita. Mulai dari memasak, menyapu sampai mencuci pakaian. Tentu kasihan bila istri kita tidak dibantu. Jadilah suami yang baik dan bermanfaat :) .

Banyak manfaat memang dengan bangun pagi lebih awal. Saya yakin itu. Selain manfaat kesehatan, juga masalah rejeki. Orang yang bangun lebih awal, jelas lebih siap menatap dan menyongsong segala aktifitas pekerjaan di hari itu. Ibarat perang, kita sudah menyiapkan amunisi. Dan gelontoran rejeki insya Allah akan lebih banyak diterima untuk mereka yang telah siap menggapainya. “Halo dunia, aku siap bertarung denganmu. Aku ini bukan pecundang, Aku ini adalah pejantan tangguh yang siap bertempur denganmu”. Kira-kira begitulah teriakan kita yang siap maju bertempur.

Bangun pagi itu nikmat, dan bila kita masih menjumpainya, marilah kita bersyukur bahwa nikmat yang kita terima itu sangat besar dan begitu besar. Sanggupkah kita menghitungnya?

Image taken from : www.ariseshinemorocco.org/

Categories: Daily
Tagged:

Manifestasi Hidup Sederhana

June 5, 2008 · 7 Comments

Simple Living Manifesto. Sebuah slogan yang begitu menarik. Di tengah kenaikan harga yang membumbung tinggi apa yang bisa kita lakukan? Meningkatkan penghasilan? Jelas. Berhemat? Wajib hukumnya. Strategi lainnya? Menerapkan pola hidup sederhana. Saya kira itulah jawaban paling tepat dalam kondisi sekarang ini. Bukan mengeluh, tapi mencari solusi. Bila kita mengeluh, kita memposisikan diri sebagai korban (obyek). Jadilah subyek yang senantiasa berinisiatif. Ya nggak?

Simple Living saat ini tengah menjadi trend. Saya jadi teringat postingan Pak Roni (TDA Founder) sbb :

Bahasa keren yang sedang nge-trend saat ini adalah “Simple Living”. Gaya hidup naturalis, sederhana, bersahaja. Di barat sana arus gaya hidup seperti ini sedang diminati.

Nggak usah malu untuk naik angkot lagi atau naik motor. Kalau ditanya, kok naik angkot? Bilang aja, saya mendukung pencegahan global warming. Gaya hidup hemat itu keren sekarang.

Reduce, re-use, recycle adalah langkah bijak yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Stop konsumsi yang tidak perlu.

Lagi-lagi kita ketinggalan. Padahal dalam Islam itu sudah terkonsep sejak lama. Pola hidup sederhana itu berada di tengah-tengah. Tidak boros, tidak juga pelit. Pola hidup sederhana itu anti kecemburuan sosial, jauh dari gejolak sosial dan kriminalitas . Pola hidup sederhana itu lebih membumi. Down to earth :D .

Kita memang harus perlu banyak belajar. Konsumtif boleh, tapi tidak berlebihan. Negeri kita ini memang dikenal paling konsumtif. Lebih suka makan gengsi daripada makan nasi. Malu kalau dikatakan udik. Malu kalo hapenya masih jadul. Malu kalo naik sepeda. Apa kata dunia? Peduli amat dengan kata orang. Apakah mereka membiayai hidup kita? Tapi ada untungnnya juga, kenapa bisa begitu konsumtif? Marketingnya handal :) .

Lagi-lagi teringat masalah hape jadul. Kalo anak ABG sekarang hapenya canggih-canggih, taruhlah rata-rata pake nokia generasi N. Malu kalo pake hape lawas. Kalaupun ada yang masih pake, nge-belnya sembunyi-sembunyi, ha ha ha ketauan lo. Tapi coba lihatlah jeroan pulsanya. Cuma terisi 5 rebu perak he he he. Itupun belinya nyicil dari uang saku harian. Weleh, bisa beli hape canggih koq tidak bisa menghidupinya. Coba tengoklah hape bokap kita. Walaupun hapenya jadul, tapi rekeningnya unlimited broooo :D .

Ada-ada saja. Ah.. ini cuma postingan pelepas stress. Silahkan kalau mau ditanggapi dan bila punya kisah menarik tentang manifestasi hidup sederhana. Matur nuwun.

Gambar diambil dari www.flickr.com/photos/photogeniks/323168587/

Categories: Daily · Opini
Tagged: