Onokarsono's Weblog

Entries categorized as ‘Catatan Hati’

Masih Bisakah?

July 29, 2008 · Leave a Comment

Miris sekali mendengarkan berita-berita kriminalitas di media akhir-akhir ini. Dari kasus pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan yang terakhir adalah kasus-kasus mutilasi.  Tentu kita tidak habis pikir, kenapa sedemikian ganasnya manusia saat ini. Sangat-sangat sadis. Diluar batas kemanusiaan.

Lalu, kenapa ini semua bisa terjadi. Apakah ini tanda akhir zaman? Bagaimana nasib anak cucu kita kelak? Darimana kita harus memulai?

Cara terbaik adalah dari kita sendiri. Pendidikan di keluarga adalah hal yang paling fundamental untuk menciptakan generasi yang kuat. Adakah solusi lainnya? Tentu kita ingin kualitas hidup ini meningkat.  Hidup lebih nyaman, aman & sejahtera. Adakah semua ini hanya utopia belaka? Masih mungkinkah kita menjadi lebih baik di hari depan?

Categories: Catatan Hati

Hati-hati dengan Keinginanmu

July 10, 2008 · 1 Comment

Kita ini memang tidak pernah puas. Segala sesuatu ingin kita raih, segala sesuatu ingin kita gapai. Hati-hati dengan keinginanmu. Nafsu selalu menggelayuti untuk memiliki ini dan itu. Materi, Popularitas atau bahkan Wanita.

Ini jaman dimana informasi mengalir begitu derasnya.  Kita tengah kebanjiran informasi, overload, dan membuat kita menjadi panjang angan-angan.

Inilah yang tengah saya alami. Kebingungan dan kegamangan di tengah derasnya arus informasi. Saya berusaha menepiskan semua itu untuk tidak panjang angan-angan. Saya coba alihkan pikiran-pikiran liar itu dengan mengingat mati. Tidak ada yang kita bawa nanti, pun yang kita kejar selama ini.

Tidakkah kita sadar, atribut yang kita bawa selama ini ternyata membuat hidup ini semakin terbebani. Semakin banyak yang kita miliki semakin berat pula beban itu kita bawa, pikiran dan tubuh semakin lelah. Tidak ada obat yang menjadi penyembuhnya selain mengingat-Nya. Hanya dengan mengingat-Nya lah hati menjadi tenang.

Bila hati sudah merasa kering, gersang, dan hidup selalu gelisah, bisa dipastikan kita sudah jauh dari-Nya, jauh dari mengingat-Nya.

Cukuplah kematian itu sebagai pengingatku.

Categories: Catatan Hati